Global Mapper adalah salah satu aplikasi (software) pengelolahan data GIS  (Geographics Information System) yang digunakan untuk mengolah data berbasis pemetaan berupa data vector, raster, data elevation, 3D View, conversion, dan beberapa feature GIS,  seperti  pengelolahan citra satelit, menampilkan data 3D View atau analisa data topografi. Format data yang bisa diolah menggunakan Global Mapper berkisar 250 format data spasial yang salah satunya

adalah  DEM, E00, CADRG/CIB, MrSID, DLG-O, SDTS DEM, DOQ, DTED, DWG, DXF, ECW, GeoTIFF, Tiger/Line , SDTS DLG, KML/KMZ, , DGN, ESRI Shapefiles, JPEG2000, DRG, Lidar LAS, Arc Grid dan masih banyak lagi.

Global Mapper juga memiliki forum online yang aktive dimana di dalam forum tersebut anda bisa menanyakan beberapa keluhan pada aplikasi global mapper ini. Berikut ini adalah forum dari global mapper http://forum.globalmapperforum.com/ namun anda tentunya harus register dulu baru bisa bertanya.


Tampilan : Global Mapper

Global Mapper Merupakan aplikasi pengolahan data GIS yang serbaguna dan mudah untuk di praktikan. Global Mapper memiliki keunggulan antara lain  :
  1.  Mengelola dan convert data Vektor dan Raster
  2. Pengelolahan data penginderaan jauh : Georeferensing, Mozaik citra satelit, Membuat Grid, dll.
  3. Generate kontur ke berbagai interval
  4. Melihat DEM ke berbagai bentuk tampilan seperti atlas, hilshade, aspect, slope dan lain-lain
  5. mudah dalam Mengolah data Atribute, baik menegedit data atribute yang sudah ada maupun menambahkan dan mengurangi data atribut baru.
  6. Pengolahan data GPS , Mudah melacak setiap perangkat GPS yang kompatibel yang terhubung ke port serial komputer melalui data apa pun yang di-upload, menandai waypoint tanpa sambungan, serta merekam log pelacakan
  7. akurat dalam menghitung jarak dan luas
  8.  Kemampuan akses secara online ke berbagai sumber data citra, peta topografi , DTM dan banyak lagi.
  9. dan masih banyak lagi

Tampilan Global Mapper

Download Global Mapper disini :

Sumber : 

http://spotteknik.blogspot.com/2016/09/global-mapper-adalah.html

    PLAXIS 2D adalah program elemen hingga dua-dimensi, yang dikembangkan untuk analisis deformasi , stabilitas dan aliran air tanah dalam rekayasa geoteknik . PLAXIS 2D adalah bagian dari rangkaian produk-produk PLAXIS , paket program elemen hingga yang digunakan di seluruh dunia untuk desain dan rekayasa geoteknik.



    Perkembangan PLAXIS dimulai pada tahun 1987 di Delft University of Technology sebagai inisiatif dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Pengelolaan Air (Rijkswaterstaat) Belanda. Tujuan semula adalah untuk mengembangkan kode elemen hingga 2D yang mudah digunakan untuk analisis tanggul sungai di tanah lunak dari dataran rendah Belanda. Dalam beberapa tahun berikutnya, PLAXIS telah diperluas untuk mencakup sebagian besar wilayah lain untuk rekayasa geoteknik. Karena aktifitas terus berkembang, perusahaan PLAXIS (Plaxis bv) dibentuk pada tahun 1993.

    Pada tahun 1998, pertama kali PLAXIS 2D untuk Windows dirilis. Sementara itu kernel penghitungan untuk perhitungan 3D elemen hingga dikembangkan yang menghasilkan rilis program 3D Tunnel pada tahun 2001. 3D Foundation adalah program kedua dari PLAXIS tiga-dimensi, dan dikembangkan bekerjasama dengan TNO. Program 3D Foundation telah dirilis pada tahun 2004. Namun, baik dalam 3D Tunnel ataupun 3D Foundation tidak dimungkinkan untuk menentukan sembarang geometri 3D, karena keterbatasan geometris mereka. PLAXIS 3D adalah program PLAXIS tiga dimensi penuh yang menggabungkan antarmuka yang mudah digunakan dengan fasilitas pemodelan 3D penuh. Program PLAXIS 3D dirilis pada tahun 2010.



    PLAXIS 2D adalah paket elemen hingga ditujukan untuk analisis dua dimensi deformasi dan stabilitas dalam rekayasa geoteknik. Hal ini dilengkapi dengan fitur untuk menangani berbagai aspek struktur geoteknik dan proses konstruksi menggunakan prosedur komputasi yang kuat dan secara teoritis suara.

    Dengan PLAXIS 2D geometri model dapat dengan mudah didefinisikan dalam mode tanah dan struktur, setelah model padat independen secara otomatis dapat dipotong dan menyatu. Modus konstruksi dipentaskan memungkinkan untuk simulasi proses konstruksi dan penggalian dengan mengaktifkan dan menonaktifkan cluster tanah dan obyek struktural. Perhitungan kernel memungkinkan simulasi realistis dari linear, waktu perilaku non tergantung dan anisotropik tanah dan / atau rock. Karena tanah merupakan bahan multi-fase, prosedur khusus memungkinkan untuk perhitungan yang berhubungan dengan tekanan hidrostatik pori hidrostatik dan non dalam tanah. Output terdiri dari rangkaian lengkap dari alat visualisasi untuk memeriksa rincian model tanah-struktur 2D bawah tanah.

    Aplikasi PLAXIS umum termasuk: menilai pemindahan permukaan jalan selama pembangunan terowongan, analisis konsolidasi tanggul, pemindahan tanah di sekitar pit penggalian, bendungan stabilitas selama tingkat air yang berbeda, dan banyak lagi.

    PLAXIS 2D adalah program geoteknik user friendly menawarkan fleksibel dan interoperable geometri, simulasi realistis dari tahap konstruksi, perhitungan kernel kuat dan dapat diandalkan, dan pasca-pengolahan komprehensif dan rinci, sehingga solusi lengkap untuk desain geoteknik harian Anda dan analisis.

Fitur Umum
Modelling:

  • Logical alur kerja geoteknik
  • Antarmuka pengguna grafis yang mudah digunakan
  • Elemen struktural; piring, geogrids dan jangkar, tertanam tumpukan baris
  • Engsel dan rotasi springs
  • Kombinasi Unlimited pasukan titik dan gardu distribusi
  • Fasilitas impor CAD (VIP)
  • SoilTest
  • Analisis Inverse parameter material (optimasi parametrik).
  • Pendekatan desain (Eurocode 7, LRFD, dll)

Material Model:

  • Elastis Linear
  • Mohr-Coulomb
  • Pengerasan Tanah
  • HS regangan Kecil kekakuan
  • Tanah lunak
  • Lembut merayap Tanah
  • Jointed Batu
  • Modified Cam Tanah Liat
  • NGI-ADP (VIP)
  • Hoek-Brown (VIP)
  • Sekiguchi-Ohta, kental & inviscid (VIP)
  • Ditetapkan Pengguna Tanah Model (VIP)

Perhitungan:

  • Nyaman dan intuitif Tahap explorer
  • Bedakan antara perhitungan, analisis konsolidasi-, dan keamanan Plastik
  • Regenerasi Otomatis tahap konstruksi
  • Prosedur perhitungan yang terbukti dan kuat
  • Komputasi multicore (VIP)
  • Fasilitas untuk perhitungan aliran air tanah steady-state, termasuk parameter yang berhubungan dengan aliran material, kondisi batas, saluran air dan sumur.

Hasil:

  • Penilaian yang realistis dari tekanan dan perpindahan
  • Kontur, shading, iso-permukaan dan vektor plot
  • Laporan dan film yang luas Generator
  • Kekuatan struktural dalam volume
  • Plot Anotasi
  • Curve Manajer
  • Petunjuk box
  • Hasil Angkatan View
  • Hasil perhitungan Preview
  • Animasi (penciptaan AVI files)

Sistem Operasi
Windows Vista Business, Windows 7 Professional, Windows 8 Professional
Fitur: Windows 7 Professional 64-bit (semua dengan paket layanan terbaru diterapkan)

Port USB
1 port diperlukan untuk lisensi USB

Kartu grafis
Diperlukan: GPU dengan 256 MB OpenGL 1.3
Plaxis sangat menganjurkan menghindari chip grafis onboard daripada sebuah GPU nVidia GeForce atau Quadro dengan setidaknya 128 bit bus dan 1 GB RAM, atau solusi setara dari ATI / AMD.

Processor
Diperlukan: dual core CPU
Rekomendasi: quad core CPU

Hard Disk
Setidaknya 2 GB ruang kosong pada partisi di mana direktori Windows Temp berada, dan 2 GB ruang kosong pada partisi dimana proyek akan disimpan. Proyek-proyek besar mungkin memerlukan lebih banyak ruang pada kedua partisi.
Untuk performa terbaik, pastikan bahwa direktori TEMP dan direktori proyek berada pada partisi yang sama.

Random Access Memory (RAM)
Rekomendasi: setidaknya 4 GB. Proyek-proyek besar mungkin memerlukan lebih banyak.

Mode Video
Diperlukan: 1024 x 768 piksel, palet warna 32 bit
Fitur: 1280 x 900 piksel, palet warna 32 bit


DOWNLOAD HERE FOR FREE :

LINK


Sumber :

http://komputasi.lab.tsipil.ugm.ac.id/?page_id=1056


ITP adalah sebuah rencana terdokumentasi dan sebagai panduan sistematis untuk memenuhi persyaratan pelanggan fokus kepada produk yang akan diserahkan (delivery) kepada pelanggan saat waktunya tiba. ITP mengandung informasi yang essential yaitu paling tidak :
1. Tahap-tahap atau aktivitas-aktivitas yang penting dalam proses pembuatan produk;
2. Inspeksi, uji dan pengukuran (serta kombinasinya) yang harus dilakukan pada tahap-tahap tertentu dalam proses pembuatan produk tersebut;
3. Tipe inspeksi, uji dan ukur yang biasanya dikategorikan kepada :

  • Hold (H) =  kehadiran dilapangan ini wajib dan tanda tangan diperlukan pada lembar pemeriksaan Permohonan Inspeksi pada saat pemeriksaan untuk melanjutkan pekerjaan berikut.
  • Witness (W) = kehadiran dilapangan diharapkan, tanda tangan diperlukan pada lembar pemeriksaan Inspection Request (IR) dan Checklist, tetapi jika penandatangan tidak hadir untuk menandatangani pada saat itu, pekerjaan selanjutnya dapat dilanjutkan dan dokumen yang akan hangus kemudian.
  • Surveillance (S)  =  kehadiran secara acak (spot tertentu), tidak diperlukan tanda tangan pada lembar Inspection Request atau dokumentasi 
  • Review ( R ) = documents yang akan diperiksa, tidak ada dibutuhkan  tanda tangan dan documentasi 
  • Test ( T ) = kehadiran dilapgna dibutuhkan, tanda tangan diperlukan pada lembar Inspection Request 

4. Referensi untuk criteria keberterimaan sebuah produk dalam inspeksi, uji dan ukur
Karena sifatnya yang khas ini, maka ITP menjadi dokumen yang penting dalam penyelenggaraan program Quality Control (QC) sebagai bahagian dari keseluruhan program Quality Assurance (QA).

ITP dibuat dan dikeluarkan oleh Quality Engineer, kemudian harus ditinjau oleh QA/QC Manager, Construction Manager dan disetujui oleh Project Manager sebelum diserahkan kepada Engineer.
Pada umumnya aktivitas dalam ITP dimulai dari aktivitas untuk memverifikasi semua Technical Submittal (Deliverables) apakah telah komplit atau belum yaitu specification, detail drawings & shop drawings, method statements dan procedur-prosedur yang menjadi panduan bekerja. 

Kemudian diikuti dengan aktivitas untuk memverifikasi material yang akan digunakan, yaitu apakah material sudah sesuai dengan apa yang ditetapkan oleh specification, ini biasa disebut dengan aktivitas material receiving inspection. Termasuk misalnya sample material, mock-up atau model produk jika dipersyaratkan oleh specification.Barulah kemudian aktivitas untuk memverifikasi hasil produk pada tahap-tahap tertentu yang dianggap penting untuk diinspeksi, uji dan ukur.

Aktivitas verifikasi biasanya diakhiri dengan final inspection atau uji akhir. Termasuk dalam hal ini misalnya untuk pekerjaan sipil adalah uji tekan , pada pekerjaan cabling yaitu HiPot test, pada pekerjaan rotating equipment adalah coupling alignment. Biasanya aktivitas akhir ini adalah area inter-phase antara construction dengan commissioning, terkadang banyak item-item yang dilakukan bersama antara ke dua grups ini.

ITP adalah dokumen yang memberikan informasi tahapan-tahapan inspeksi, uji dan ukur pada sebuah produk, dan pihak-pihak yang terlibat dalam aktivitas tersebut sesuai dengan definisi kategorinya, misalnya pelaksana/kontraktor harus menunggu kehadiran dan kesaksian pihak ketiga (3rd party) dan/atau perwakilan Customer untuk kategori inspeksi Hold (Hold inspection). Bagaimanapun, ITP tidak menerangkan secara detail bagaimana inspeksi, uji dan ukur tersebut dilakukan. Maka informasi tambahan akan dituangkan di dalam prosedur-prosedur ataupun instruksi kerja atau dokumen setingkatny agar detail dari inspeksi, uji dan ukur dapat direncanakan termasuk persiapan, teknis inspeksi/uji, alat yang dipakai, besaran-besaran pengukuran, bahkan standard kompetensi teknisi/operator yang bertanggung jawab dalam hal tersebut. Kalau perlu prosedur akan dilengkapi dengan schematic/diagram, skets dan formulir isian yang memudahkan pencatatan hasil uji dan ukur.

Kriteria keberterimaan akan merujuk kepada specification yang spesifik untuk produk tersebut, makanya ITP hanya memuat referensi dokumen yang akan dijadikan acuan dalam hal keberterimaan sebuah produk seperti specification yang di dalamnya memuat informasi standard yang diacu, contohnya standard dari asosiasi seperti AASTHO,ASME, API, NACE atau dari institusi standard seperti ISO, SNI, AISC, dll.


jika ada komen dan masukan, dipersilahkan.



sumber : 
1. www.qualityengineersguide.com
2. http://migas-indonesia.com/2010/09/24/rangkuman-diskusiitp-sebuah-bahagian-dari-rencana-qc/

Nah,
Buat kawan-kawan yang pengen memiliki rangkuman rumus-rumus dalam bidang teknik sipil, buku berjudul Civil Engineering Formula dari McGraw-Hill ini cocok untuk dimiliki. Buku ini sangat lengkap dan juga penyajian formulanya mudah dipahami. Untuk mendapatkan buku ini silahkan download tautan dibawah in



Semoga Bermanfaat
Hai Gaisss,

Kali ini saya mencoba membahas mengenai konstruksi Well Pad (Drill Pad) pada Pengeboran Oil&Gas (onshore) dan Geothermal.

Drill Pad adalah sebuah fasilitas yang akan digunakan oleh RIG (team drilling) untuk melakukan pengeboran. 
Photo : Well Pad C PT SMGP
Sebuah Drill Pad pada umumnya memiliki fasilitas-fasilitas seperti :

1 Rig Foot Print

Fasilitas ini digunakan sebagai landasan atau dudukan CraneRig selama pengeboran. Konstruksi rig foot print biasanya terbuat dari concrete slab (crane mate), perkerasan dengan base, ect. Terlebih dahulusubgrade pada rig foot print ini harus mencapai kepadatan yang maksimal (95% MDD). 


Photo : Concrete Slab (crane mate)

2. Celar Box
Celar Box berfungsi sebagai penampungan sementara fluid yang dihasilkan oleh proses pengeboran, sehingga tidak mencemari lingkunan. Dibuat berbentuk kotak dengan sisi atas terbuka. Konstruksi terbuat dari concrete atau plat steel yang sudah dibentuk.


Photo : Celar Box Oil Drill Pad

Photo : Celar Box Geothermal Pad

3. 
Cutting storage
Cutting storage berfungsi untuk penyimpanan material dispose hasil pengeboran. Material tersebut bisanya pasir dan tanah berlumpur. Konstuksinya tebuat dari concrete

4. Water and Mud Pond
Selama proses pengeboran diperlukan air untuk mempermudah rig auger (mata bor drilling) menembut lapisan tanah, sehingga dibutuhkan wadah sebagai tempat tampungan air agar suplai air tetap terjaga. Sedangkan Mud Pond adalah tempat untuk penampungan lumpur cair dan berbahaya untuk lingkunan. Baik water pond dan mud pond ditutupi oleh lapisan geomambrane (HDPE) agar tidak mudah tembus oleh benda tumpul. 

Download Drawing Mud Pond

Photo : Mud Pond

Photo : Mud Pond and Water Pond

5. Cementing Pad

Merupakan tempat storage well cement, 

Demikian penjelasan fasilita-fasilitas yang ada disebuah Well Pad. Pada initinya fasilitas-fasilitas di design berdasarkan kebutuhan rig yang akan melakukan pengeboran.

Video pembangunan Wellpad untuk geothermal di Sorik Marapi Geothermal Project